Pages

Rabu, 03 November 2010

Ramuan Es Batu, Minyak Tanah dan Garam

Ternyata es batu, minyak tanah dan garam apabila di campur jadi satu bisa berguna bagi kesehatan. Banyak dipakai terapi untuk penyakit-penyakit yang serem..... :o :-o , seperti Jantung, Asam Urat, Darah Tinggi, dan beberapa penyakit lain.  
Untuk menjaga kesehatan nggak harus mahal ! Berikut ini adalah tip biar capek-capek hilang dan badan kita terasa lebih segar. Yaitu teknik perendaman kaki ke dalam bak yang berisi air es, garam dan minyak tanah.
Urutan prosesnya adalah sebagai berikut :
  1. Sediakan bak untuk merendam kaki.
  2. Masukkan 2 buah es batu 1 kg-an, garam grasak (kasar) 1/2 kg, minyak tanah 1 liter.
  3. Tambahkan air 2 gayung.
  4. Rendam kedua kaki ke dalam bak.
  5. Tentang waktunya, tergantung kekuatan masing-masing.
Ketika proses perendaman kaki berlangsung, kaki akan terasa sakit seperti ditusuk-tusuk jarum. Biarkan… Usahakan ditahan sampai 15 menit. Kemudian bisa bergantian dengan orang lain. Lakukan 2 kali perendaman.
Wooh…kaki terasa sakit sekali seperti mati rasa dan kesemutan. Namun setelah kaki kita bersihkan, beberapa jam kemudian badan akan terasa segar dan tidurpun bisa nyenyak. :x :-x

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat !!!

El Nina dan La Nina

Setiap dua hingga sepuluh tahun, cuaca di Samudra Pasifik bagian selatan bergeser secara liar. Asia Timur yang lazimnya menerima banyak hujan menjadi kering, sementara pantai barat Amerika Selatan yang kering menerima hujan lebat. Inilah yang disebut El Nino.
Adapun La Nina terjadi bila arus udara dan air saling mengikat sehingga menimbulkan angin pasat yang kuat. Angin tersebut membawa air laut dan bertiup ke arah barat sehingga Benua Asia mengalami hujan, sedangkan kawasan Amerika Selatan mengalami kekeringan hebat.
Peristiwa El Nino dan La Nina pernah terjadi di Indonesia antara tahun 1997 sampai tahun 1998. Saat itu, suhu udara di Indonesia meningkat dari biasanya. Musim kemarau datang lebih awal. Akibatnya, hutan-hutan mengalami kekeringan dan terjadi kebakaran hutan di pulau Sumatra dan pulau Kalimantan.
Musim kemarau saat itu lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya. Peristiwa cuaca El Nino di Indonesia dilanjutkan dengan peristiwa cuaca La Nina pada tahun 1998. Saat itu, musim hujan datang lebih awal dari biasanya sehingga musim hujan lebih panjang dari tahun-tahun sebelumnya.  

Selasa, 02 November 2010

Di manakah Titik Tertinggi Bumi ?

Umumnya orang, akan menjawab "Gunung Everest". Jika kata "tertinggi" yang dimaksud adalah titik tertinggi di atas permukaan laut, jawaban tersebut adalah benar. Dengan ketinggian 8.850 m dpl Everest merupakan gunung tertinggi di bumi.
Namun definisi lain dari tertinggi adalah titik terjauh dari pusat bumi. Bumi berbentuk bulat, tetapi sebenarnya agak gepeng. Bagian khatulistiwa lebih lebar daripada bagian kedua kutub bumi, karena jari-jari bumi di khatulistiwa lebih jauh 21 km dibandingkan dengan jari-jari bumi di kutub.
Jika mengukurnya dari pusat bumi, dimanakah titik tertingginya? Gunung Chimborazo di Ekuador merupakan jawabannya. Gunung berapi ini tingginya 6.268 m dpl (diatas permukaan laut). Gunung yang terletak di Cordillera Occidental, Andes menjadi  perhatian utama.
Akan tetapi, pengunjung yang berdiri di puncak Chimborazo tetap mengatakan jika tempat itu merupakan titik dengan ketinggian ekstrim di bumi. Dengan mengembangnya bagian khatulistiwa, pengunjung berada lebih jauh dari pusat bumi dibandingkan dengan orang-orang yang berdiri di puncak Everest.

Sumber The New York Times Syndicate.

Daun Pepaya, Senjata Baru Pelawan Kanker

DAUN pepaya bukan saja nikmat untuk sayuran, buntil dan lalap rebusan, namun juga menyimpan manfaat sebagai zat pelawan kanker. Oleh para ahli, kehebatan daun pepaya dalam melawan berbagai jenis tumor di tubuh ini disebut sebagai ”sangat mengagumkan”.
Adalah peneliti Nam Dang dari Universitas Florida dan rekannya dari Jepang yang memublikasikan temuannya mengenai manfaat ekstrak daun pepaya untuk melawan kanker serviks, payudara, liver, paru, dan pankreas.
Para peneliti menggunakan ekstrak daun pepaya yang sudah kering dan dimanfaatkan sebagai teh daun pepaya.
Dalam riset yang dilakukan Dang diketahui, ekstrak daun pepaya akan menghasilkan molekul yang disebut Th1 tipe sitokin yang membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Hal ini akan mendukung terapi yang memanfaatkan sistem imun untuk melawan kanker.
Para ahli mengatakan, ekstrak pepaya tidak memiliki efek toksik pada sel normal sehingga lebih aman daripada terapi kanker pada umumnya. Dalam penelitiannya, 10 tipe kultur sel kanker dipajan dengan ekstrak daun pepaya untuk kemudian diamati selama 24 jam. Ternyata, pepaya memperlambat pertumbuhan sel tumor pada semua jenis tipe kanker.
Sumber : Poskotanews.com

Cegah Glukoma dengan Teh Hijau

Cegah Glukoma dengan Teh Hijau
TEH hijau telah lama diketahui memiliki efek antioksidan dan sifatnya dalam melawan penyakit, salah satunya penyakit kanker.
Kini penelitian terbaru kembali menemukan manfaat lain dari teh hijau. Para peneliti di Hong Kong menyakini bahwa minuman ini bisa membantu melindungi dari berbagai penyakit mata.
Penelitian yang mempelajari bagaimana lensa, retina dan jaringan mata lainnya menyerap zat ‘catechins’ yang terkandung dalam teh, menunjukan bahwa minuman ini dapat melindungi mata dari glaukoma dan penyakit mata umum lainnya.
Chi Pui Pan dan rekannya dari Chinese University of Hong Kong and Hong Kong Eye Hospital mengatakan bahwa ‘catechins’, yaitu sebuah jenis antioksidan yang dapat melindungi tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh oksidasi, dapat melewati perut dan menuju ke jaringan mata. Catechin ini mencakup Vitamin C, E, lutein dan zeaxanthin.
Penelitian yang telah dipublikasikan dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, dan dikutip oleh conectique.com, dilakukan dengan memberikan teh hijau kepada tikus, dan kemudian menganalisis jaringan mata mereka. Hasilnya, ditemukan bahwa bagian-bagian yang berbeda dari mata menyerap sejumlah catechin dan mengurangi stres oksidatif pada mata sampai 20 jam. Stres oksidatif sendiri diketahui dapat menyebabkan penyakit retina seperti glaukoma dan degenerasi makula (AMD) yang berkaitan dengan usia.
“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau dapat menguntungkan mata terhadap stres oksidatif,” para penulis menyimpulkan. (dms)
Sumber : www.poskota.co.id

Minggu, 31 Oktober 2010

Apakah Ikan Juga Tidur ?

Ikan tidak mempunyai kelopak mata, sehingga tidur dengan mata terbuka ! Biasanya ketika tidur, ikan akan berhenti dengan tenang dekat rumput air, kadang-kadang menggerakkan siripnya sedikit. 


Tapi meskipun tidur, ikan akan tetap waspada. Terkena suara atau cahaya sedikit saja, bisa bereaksi, bro ! Beberapa ikan tidur dengan masih berenang ke sana kemari, supaya air bisa melewati insang untuk bernapas.

Kopi Luwak

Kopi Luwak adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang kelapa. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak. Kemasyhuran kopi ini di kawasan Asia Tenggara telah lama diketahui, namun baru menjadi terkenal luas di peminat kopi  setelah publikasi pada tahun 1980-an. Biji kopi luwak termahal di dunia, mencapai USD 100 per 450 gram.



Kemasyhuran kopi ini diyakini karena mitos pada masa lalu, ketika perkebunan kopi dibuka besar-besaran pada masa pemerintahan Hindia Belanda sampai dekade 1950-an, di mana saat itu masih banyak terdapat binatang luwak sejenis musang.


Luwak, atau lengkapnya musang luwak, senang sekali mencari buah-buahan yang cukup baik dan masak termasuk buah kopi sebagai makanannya. Luwak akan memilih buah kopi yang betul-betul masak sebagai makanannya, dan setelahnya, biji kopi yang dilindungi kulit keras dan tidak tercerna akan keluar bersama kotoran luwak. Biji kopi seperti ini, pada masa lalu sering diburu para petani kopi, karena diyakini berasal dari biji kopi terbaik dan telah difermentasikan secara alami dalam perut luwak. Dan konon, rasa kopi luwak ini memang benar-benar berbeda dan spesial di kalangan para penggemar dan penikmat kopi.

Sabtu, 30 Oktober 2010

Manusia Makan Kura-Kura


Kura-kura secara tradisional merupakan hewan yang akrab dengan manusia. Pada sisi yang lain, daging kura-kura dan penyu telah sejak lama dikenal sebagai makanan yang lezat. Beribu-ribu ekor labi-labi, kura-kura dan penyu, terutama penyu hijau, berakhir hidupnya setiap tahun di dapur restoran. Demikian pula nasib telur-telurnya, banyak yang akhirnya menjadi santapan manusia.
Di samping itu banyak jenis kura-kura yang ditangkapi untuk diperdagangkan sebagai hewan peliharaan. Baik karena keindahan warnanya, keunikannya, atau  kelangkaannya. Beberapa jenisnya dapat mencapai harga yang sangat mahal.
Akhirnya populasi kura-kura menurun ke tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Apalagi kebanyakan habitat alaminya di sungai-sungai, rawa dan hutan juga telah rusak akibat tangan manusia. Di sisi  lain, perkembangan populasi kura-kura amat lambat dan kebanyakan malah belum diketahui sifat-sifat dan kebiasaannya. Oleh sebab itu tindakan konservasi bagi hewan ini amat diperlukan.
Dari semua bangsa kura-kura, hanya penyu yang telah dilindungi dengan cukup baik di Indonesia. Hampir semua jenisnya telah dilindungi oleh undang-undang. Banyak pantai peneluran penyu yang telah dimasukkan ke dalam kawasan yang dilindungi, seperti misalnya Pantai Sukamade di Jawa Timur dan Pantai Jamursba-Medi di Papua. Meski demikian, penangkapan penyu dan pengambilan telurnya masih juga berlangsung secara ilegal dan sulit dihentikan.

Apakah Hewan Jantan Dapat Melahirkan... ???

Pada umumnya binatang itu yang melahirkan adalah yang betina. Tapi......, ternyata ada lho... hewan jantan yang bisa melahirkan.   Mau tahu khan..... ???
Ternyata Kuda Laut jantan mampu menggantikan Kuda Laut betina melahirkan anak, yaitu dengan mengandalkan kantong khususnya. Setelah Kuda Laut betina membuahi telurnya, ia akan menaruh telur yang sudah dibuahi ke dalam Kuda Laut jantan. Kira-kira 20 hari kemudian anak Kuda Laut akan menetas, Ketika Kuda Laut kecil keluar, kantong Kuda Laut jantan akan mengerut, sama seperti melahirkan anak... !!! Kuda Laut kecil yang baru lahir bentuknya sama persis dengan induknya, hanya saja berukuran lebih kecil.

Nah... baru tahu kan, kalau ada hewan jantan yang bisa melahirkan......!!!
Kalau orang laki-laki ada nggak yaa.. yang melahirkan ???

Bagaimana Cara Badak Tidur.... ???

Walaupun badak menderita rabun dekat yang parah (tapi badaknya nggak mau pakai kacamata ..lho), namun indra pendengaran dan penciumannya sangat peka. Badak lebih banyak bergerak di pagi hari dan sore hari. Sedangkan  tidurnya di siang hari. Pada waktu tidur (Ehh ternyata badak juga butuh tidur tho....), badak akan tidur dengan posisi berdiri (kalau orang tidur berdiri namanya nglindur) dan punggungnya menghadap ke arah datangnya angin. Dengan begitu, badak tidak saja berjaga-jaga dari bahaya, tapi juga bisa mengetahui ada tidaknya gerakan diam-diam musuh dari bau yang dibawa oleh angin.


Nah begitulah cara badak tidur. Baru tahu khan... ????