Pages

Tampilkan postingan dengan label Tips Mendidik Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Mendidik Anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Maret 2011

Menanamkan Kesederhanaan pada Anak

Anak adalah cerminan dari orang tua. Mereka meniru tingkah laku dan gaya hidup orang tuanya, untuk itu sudah sepatutnya kita membimbing sikecil dengan kesederhanaan. Karena sesuatu yang berlebihanpun tidak baik bahkan mendatangkan keburukan. 

  1. Usahakan dalam menyediakan makanan dan minuman jangan berlebihan
  2. Jangan terlalu banyak membelikan pakaian dan asessoriesnya. sesuaikan dengan kebutuhan anak.
  3. Belikan peralatan sekolah sesuai dengan kebutuhan. Didik anak bertanggungjawab dengan alat-alat sekolahnya.
  4. Ajari anak untuk merawat dan mnyimpan benda-banda miliknya agar tidak mudah rusak atau hilang. Sehingga anakpun tidak mudah meminta kita untuk terus membelikan barang yang baru
  5. Ajak anak untuk menganalisa manfaat barang yang anak minta sebelum membelikannya
  6. Hindari  gaya hidup konsumtif seperti makan diluar rumah (restaurant) atau berbelanja terlalu sering
  7. Ajak anak untu menengok teman-temannya yang kurang beruntung, sehingga mereka hidup dalam keterbatasan. Berikan anak pengertian bahwa rezeki datangnya dari Allah dan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Sehingga kita tidak boleh menyia-nyiakan dengan hal-hal yang kurang bermanfaat.
Semoga dengan cara tersebut anak dapat mengerti bahwa hidup dengan sederhana tidak mengurangi rasa syukur kita atas pemberiaan Allah

Dikutip dari majalah Muzakki

Membesarkan Anak dengan Kasih Sayang

"Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang maka anak akan menemukan cinta dalam kehidupannya"


Cinta merupakan kata magisyang paling menarik diperbincangkan siapa saja.  Tidak pandang usia, tidak memandang setatus sosial, tidak peduli disiplin  ilmu dan keahlian semua bisa bicara tentanng cinta. Cinta merupakan bagian dari kehidupan bahkan cinta itu pula yang menjadi sebab adanya kehidupan. Begitu urgent dan strateginya masalah cinta sehingga Aqur'an tak lupa membicarakannya dalam banyak ayat dan dalam beberapa surat.


Dengan aktualisasi cinta secara kreatif , anak-anak akan lebih muda mengetahui dan merasakan bahwa mereka dicintai oleh orang tuanya, oleh teman-temannya, oleh lingkungannya. Sehingga anak dapat menerima dan diharapkan keberadaannya, dipercaya, di hargai dan dihormatipendapatnya.

Jika sejak dini anak-anak didik dengan cinta, mereka akan tumbuh dan berkembang menjadi anak yang mandiri kreatif dan penuh percaya diri. Mereka akan memandang secara positif, melangkah penuh percaya diri dan merasa mantap serta dapat memecahkan berbagai problem dengan pilihan solving yang bervariasi.

Rabu, 09 Maret 2011

Matematika Untuk Balita

Mengenalkan matematika pada balita dapat dimulai dengan cara yang paling sederhana. Mereka diajak berhitung mulai berbagai mainan. Misalnya dengan menghitung kaos kaki.
Ajak balita anada mengumpulkan kaos kaki orang serumah yang selesai dijemur. Tunjukkan bahwa setiap kaos kaki memiliki pasangan. Biarkan anak memilih kaos kaki yang sesuai dengan pasanganya. Itu adalah pengenalan konsep persamaan dan perbedaan.

Kaos kaki yang dikumpulkan juga harus dipilih berdasarkan ukuran. Kaos kaki beasar milik ayah, kaus kaki panjang milik kakak, dan kaus kaki kecil miliknya. Anak dapat mengukur dan membedakan langsung. Itu pengenalan ukuran dengan cara yang paling sederhana. Setelah kaus kaki disimpul anak diajak berhitung berapa kaus kaki milik ayah? Berapa kaos kaki milik kakak ? Mana yang lebih banyak ? Hemmm belajar berhitung sudah dilakukan dengan gembira. Kaus kaki merah milik siapa ? Kaus kaki Hitam milik siapa ?  Pengenalan warnapun terjadi.

Setiap kali anak selesai melakukan satu tahap. Beri pujian supaya dia bersemangat. Sebaliknya ketika anak mulai bosan dan frustasi karena sulit menemukan pasangan kaos kaki yang dicari, alihkan perhatiannya. Biarkan anak melakuan yang bisa dikerjakan dulu. Jangan lupa ucapkan terimakasih karena anak telah membantu membereskan kaus kaki

Selasa, 11 Januari 2011

Mencari Solusi Mengapa Anak Malas Belajar ?

Salah satu kegiatan yang dianggap menyebalkan oleh anak adalah belajar. Banyak alasan  yang disampaikan  untuk mengulur waktu sehingga jam belajar menjadi habis. Akhirnya orang tua "angkat tangan" atau menyerah menghadapi bermacam-macam alasan yang dimiliki anak. Karena ada  kekhawatiran  akan menjadi masalah  di sekolah disebabkan  tidak mau belajar, orang tua memilih les untuk anak sebagai alternatif sehingga anak mau belajar.

Sebelum memutuskan untuk mengatakan  bahwa anak kita malas belajar, sebaiknya orang tua menelusuri penyebab malas belajar tersebut. Ketika anak disuruh belajar, orang tua juga harus belajar, artinya mematikan televisi dan fasilitas lain yang membuat konsentrasi terganggu. Akan lebih bermanfaat  jika orang tua yang mendampingi juga melakukan sesuatu yang tidak jauh dari aktivitas belajar, seperti membaca buku atau baca koran. Dengan demikian anak akan tahu bahwa orang tuanya juga belajar.

Minggu, 02 Januari 2011

Anak Suka Corat Coret di Tembok

Ketika anak berumur antara 1,5 - 2 tahun, pada umumnya senang mencoret-coret. Buat orang dewasa, coretan ini tidak ada artinya. Namun untuk anak-anak, ini adalah fantasi yang ingin dia tampilkan. Pada masa ini yang terpenting adalah penguasaan sensor motoriknya. Ajarin anak cara memegang pensil atau crayon. yang benar. Setiap goresan yang dibuatnya akan membuat anak kagum. Coretan miring, tegak, atau bergelombang membuat mereka memiliki mainan baru. Memang, pada masa ini orang tua akan dibuat pusing karena tenbok, pintu, lemari, atau bidang apa saja yang bisa dicoret pasti akan digambari. 

Jika orang tua ingin agar anak menggambar di tempat yang semestinya, bukan malah melarang anak menggambar, melainkan beri tempat untuknya. Ada orang yang mempunyai  dua anak kembar, mengalami masa penuh coretan. Dinding baru dicat langsung dicoreti.  Seolah-olah  mereka mendapatkan lahan baru setelah dinding dicat.

Senin, 27 Desember 2010

Awasi Penggunaan Internet Anak Anda

Hindari dampak buruk penggunaan internet bagi anak, dengan berbagai cara. Antara lain :
1. Letakkan komputer di ruang keluarga agar orang tua bisa memantau.
2. Pasang password supaya ketika anak akan menggunakan internet, meminta ijin orang tuanya.
3. Orang tua harus tahu password akun milik anak.
4. Bertemanlah dengan anak dalam jejaring sosial supaya orang tua mengetahui siapa saja teman anak anda.